Analisis Kelayakan Usaha

1.     Pengertian  Analisis Kelayakan Usaha Suatu jenis usaha dalam hal ini akan dinilai apakah pantas atau layak dilaksanakan didasarkan kepada beberapa kriteria tertentu yang ada.  Layak bagi suatu usaha  artinya  menguntungkan dari berbagai aspek. Analisis kelayakan usaha agribinis adalah upaya untuk mengetahui tingkat kelayakan atau kepantasan untuk dikerjakan dari suatu jenis usaha, dengan melihat beberapa …

Continue reading →

Kewirausahaan

KEWIRAUSAHAAN Kewirausahaan bukanlah sesuatu yang baru dalam ekonomi. Istilah kewirausahaan telah dilakukan setidaknya sejak 150 tahun yang lalu, dan konsepnya telah ada selama 200 tahun (bygrave, 1987). Wirausaha adalah individu yang memiliki pengendalian tertentu terhadap alat-alat produksi dan menghasilkan lebih banyak dari pada yang dapat dikonsumsinya atau dijual atau ditukarkan agar memperoleh pendapatan (Mcclelland, 1961). …

Continue reading →

Begini Tahapan Pendirian Koperasi & Syarat Pengesahan Badan Hukumnya

Landasan Hukum Koperasi Pendirian koperasi dan legalitasnya sebagai badan hukum diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. peraturan tersebut adalah : Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian PP 4/1994 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengesahan Akta Pendirian, dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi PP 17/1994 tentang Pembubaran Koperasi oleh Pemerintah PP 9/1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam …

Continue reading →

Kode Akun, Saldo Normal dan Mutasinya

Saldo normal akun tersebut merupakan ketetapan dalam ilmu akuntansi, sehingga memang kita harus kita memahami dengan baik agar mempermudah kita dalam melakukan proses akuntansi.Berikut ini kami mencoba menyajikan Kode Akun, Saldo Normal dari dan Mutasi setiap akun dalam akuntansi serta posisinya saat ada perubahan.Untuk Kode Akun, ini bisa disesuaikan dengan lembaga masing-masing, tapi tidak terlepas …

Continue reading →

Pinjaman Bermasalah

Pinjaman bermasalah terbagi dari 3 (tiga) kategori : I. Pinjaman kurang lancar Pinjaman digolongkan kurang lancar apabila memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut a. Pengembalian pinjaman dilakukan dengan angsuran yaitu: 1. Terdapat tunggakan angsuran pokok yaitu: Tunggakan melampaui 1 (satu) bulan dan belum melampaui 2 (dua) bulan bagi pinjaman dengan masa angsuran kurang dari 1 (satu) bulan; …

Continue reading →

Cara Memperoleh Angka Atau Skor Kesehatan Koperasi Ataupun LKMA

Penilaian kesehatan KSP  syariah/ USP, LKMA didasarkan pada penilaian 5 kriteria atau 5 komponen, yaitu ;  komponen permodalan, kualitas aktiva,  rentabilitas, likuiditas, dan manajemen. Untuk memperoleh angka skor masing-masing komponen, maka setiap komponen bobotnya dikalikan dengan nilai kreditnya.  Dengan demikian, dari setiap komponen yang dinilai bisa diperoleh angka dari > 0 sampai sebesar maksimal 4.

Continue reading →

Cara Pelaporan Realisasi PPh Final Ditanggung Pemerintah (Insentif Pajak UMKM) memiliki peredaran bruto tidak lebih 4,8 milyar

Dalam rangka mengurangi beban wajib pajak yang terdampak pandemi Covid-19, pemerintah memberikan insentif berupa Pajak Penghasilan Ditanggung Pemerintah untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 44/PMK.03/2020. Pelaku UMKM kini dapat mengajukan insentif pajak di atas. Dengan insentif itu, selama periode April sampai dengan September 2020 pelaku UMKM memperoleh fasilitas …

Continue reading →

Proses Akuntansi Koperasi (Bagian 2)

Sahabat pincuran bonjo, kita lanjutkan tentang Proses Akuntansi Koperasi (Bagian 1) Selanjutnya dapat dilihat contoh KK  dengan transaksi : dibayar honor karyawan Rp. 600.000,- dan tunjangan transportasi Rp. 100.000 3. FAKTUR PENJUALAN (FJ) (4 lembar) Seperti halnya KM/KK, maka FJ juga terdiri dari dua bagian (rincian transaksi dan analisa) yang tekhnis pengerjaannya berpedoman kepada sistim …

Continue reading →

Proses Akuntansi Koperasi (Bagian 1)

PENGERTIAN AKUNTANSI :Sistim informsi mengenai data keuangan yang dilakukan melalui suatu proses untuk disajikan secara sistematis yang meliputi kegiatan-kegiatan : pengumpulan bukti (collecting); pencatatan (recording); penggolongan (classifying); dan pengikhtisaran (sumarizing). Pengumpulan Bukti (Collecting), maksudnya adalah proses akuntansi itu dimulai dari terjadi suatu transaksi (tunai dan Kredit/tidak tunai) dimana sahnya transaksi itu harus didukung oleh bukti-bukti, …

Continue reading →